Si Kecil Mengalami Sakit Kulit

Sering terjadi kelainan kulit pada seorang anak, namun biasanya ini bukan merupakan sesuatu yang membahayakan. Penyebab terjadinya kelainan ini bisa disebabkan oleh adanya iritasi, infeksi {infeksi ini biasanya disebabkan oleh adanya jamur, parasit dan virus}, alergi dan penyakit autoimun.

Walaupun gejala ini tidak membahayakan namun kebanyakan kondisi ini bisa diobatai dan bisa juga di terapi berdasarkan penyebabnya. Jadi bagaimana caranya untuk membedakan penyebab kelainan kulit pada anak?

Untuk membedakan kelainan pada kulit anak ini merupakan alergi atau disebabkan oleh faktor lain. Maka seorang ibu bisa mengira-ngira seberapa besar kemungkinan penyebab terjadinya alergi pada anak. Kita ketahui bersama kalau Alergi ini bersifat keturunan, jadi apabila anda sebagai orang tua memiliki riwayat sakit kulit maka kemungkinan besar dapat menurun kepada anak anda. potensi ini akan lebih besar dari pada anak lain yang orang tuanya tidak memiliki riwayat penyakit kulit.

Penyakit kulit yang disebabkan karena kelainan kulit biasanya sering muncuk pada anak yang memiliki riwayat kelainan kulit lainnya. Jadi apabila anak memiliki konjungtivitis (mata meraha) hidung meler, sering bersin-bersin, asma dan masih banyak lainnya, maka orang tua dapat mencurigai kalau kelainan kulit anakanya ini reaksi alergi.

Reaksi ini terkain dengan allergen yang merupakan zat tertentu yang dapat mengakibatkan adanya sebuah reaksi. Setiap orang pastinya berbeda-beda, jadi kelainan kulit ini hanya muncul pada situasi tertentu. Biasanya ketika terpapar oleh debu atau bintang tertentu.

Reaksi kelainan pada kulit yang sering terjadi pada anak dinamakan dermatitis atopi, selain itu juga disebut eksim/eczema. Kelainan kulit ini pertama kali muncul biasanya saat anak berusia dibawah satu tahun. Namun tidak menutup kemungkinan kalau akan muncul di atas usia berikutnya. Gejala utama yang sering dirasakan pada anak-anak adalah kulit gatak dan kemerahan. Reaksi yang terjadi anak akan sering menggaruk pada tempat-tempat yang gatal. Kalau di usia di bawah satu tahun, kelainan ini sering muncul di area wajah, kulit kelapa, lutut dan siku. Kalau usianya sudah semakin dewasa maka gatal-gatal ini seirng muncul pada lipat lutut dan siku.

Selain dermatitis atopi terdapat kondisi lain yang sering dianggap kelainan kulit, namun sebenarnya ini disebabkan oleh iritasi. Misalnya terjadi iritasi  akibat kontak dengan barang tertentu. Adanya biang keringat yang disebabkan oleh pengeluaran keringat yang tidak sempurna. Pada iritasi kontak, area yang bergejala terbatas didaerah yang terkena barang iritan saja. Kadang-kadang terdapat kemerahan pada kulit yang mengikuti bentuk barang iritan.biang keringat ini sendiri dapat dibedakan menjadi penyakit infeksi dan alergi dari bentuk bintil-bintil,, gatal dan lokasinya berada di bagian tubuh yang tertutup dan berkeringat.

Kelainan kulit ini yang tidak disebabkan oleh iritasi ini bentuknya bermacam-macam. Namun terdapat kesamaan kondisi kulit yang disebabkan kerena iritasi dan alergi yaitu sama-sama tidak menular. Selain itu iritasi pada umumnya tidak menyebabkan gejala yang menyeluruh pada anak. Seperti adanya demam, lemas dan hilang nafsu makan.

Apapun kelainan kulit pada anak, walau itu tidak berbahaya, biasanya dapat ditangani secara berbeda sesuai dengan penyebabnya. Orang tua dapat melakukan 3K yaitu Kenali, Konsultasi dan kendalikan gejala kelainan kulit. Apabila anda sebagai orang tua sudah bisa mengenali penyebab kelainan kulit maka anda dapat konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan solusi yang tepat dan diberi nutrisi yang baik untuk kulit anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *