Alkohol merupakan kelompok senyawa turunan dari alkana. Kata alkohol sudah tidak asing di telinga karena alkohol sering digunakan dalam berbagai produk, termasuk produk yang dipakai sehari-hari, misalnya alkohol untuk pembersih luka, antiseptik, atau sebagai pelarut pada berbagai parfum dan kosmetik yang terdapat alkohol di dalamnya. Selain itu, alkohol juga terdapat pada minuman keras, dan sebagai bahan bakar yaitu pada jenis etanol atau yang biasa disebut bensin. 

Jenis alkohol yang dipakai untuk produk-produk tersebut berbeda-beda. Jenis dari alkohol yaitu metanol, etanol, etilen glikol, gliserol, dan propan-2-ol. Konsentrasi alkohol paling tinggi yaitu 96 persen, konsentrasi yang sering dipakai pada produk antiseptik sebesar 70 persen, dan pada minuman dimulai dari 1-45 persen. 

Dilansir dari laman Alodokter.com, sejatinya tubuh manusia masih bisa menerima alkohol dalam kadar tertentu karena adanya liver dan ginjal yang berfungsi untuk memetabolisme bahan yang masuk ke dalam tubuh menjadi tidak berbahaya. Ginjal dapat menetralisir alkohol yang memiliki konsentrasi 20-50 persen, tetapi jika kadar alkohol yang masuk ke dalam tubuh melebihi 70 persen, maka ginjal tidak sanggup untuk menetralisirnya. Lalu bagaimana seseorang bisa dikatakan keracunan alkohol? 

Seperti dikutip dari laman KlikDokter.com, keracunan alkohol merupakan kondisi yang timbul akibat mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang besar, baik disengaja atau tidak. Keracunan alkohol termasuk kasus yang serius dan mematikan. Keracunan alkohol dapat memengaruhi pernapasan, denyut jantung, suhu tubuh, dan gangguan saraf. 

Saat mengalami keracunan alkohol, tidak ada penanganan pertama yang bisa dilakukan di rumah karena kondisi ini merupakan gawat darurat yang membutuhkan pemantauan dan bantuan alat-alat medis untuk mendukung fungsi tubuh penderita, sehingga bisa terhindar dari kematian. Penanganan keracunan alkohol dilakukan dengan tujuan mengeluarkan alkohol dari tubuh dan menjaga fungsi organ tetap berjalan dengan baik. 

Alkohol bisa terminum dari minuman yang mengandung alkohol ataupun terminum oleh anak-anak dari bentuk produk rumah tangga yang mengandung alkohol. Oleh karena itu, keracunan alkohol menjadi semakin mudah terjadi dalam masyarakat karena ketersediaannya yang begitu luas.

Berikut adalah beberapa penanganan yang akan dilakukan tenaga medis kepada orang yang mengalami keracunan alkohol dari laman Halodoc.com.

  • Pemantauan dilakukan sangat hati-hati.
  • Penanganan cepat pada kelainan pernapasan.
  • Pemberian cairan garam, oksigen, dan cairan gula untuk mencegah komplikasi serius dari keracunan alkohol.
  • Pemberian asupan nutrisi dan vitamin berupa vitamin B1, fosfor, kalium, dan magnesium untuk mengatasi malnutrisi.
  • Pemberian obat tambahan untuk mencegah terjadinya efek dari pemberhentian konsumsi alkohol.
  • Penderita akan dirawat di ruang intensif untuk penanganan lebih lanjut.

Untuk mengatasi keracunan alkohol 70 persen kemungkinan akan dianjurkan oleh dokter dilakukannya hemodialysis atau yang biasa dikenal dengan cuci darah. Cara ini dilakukan untuk menghilangkan isopropyl alkohol serta aseton dari dalam darah. Dengan demikian, pembuangan alkohol dari dalam tubuh bisa berlangsung lebih cepat.

Perlu diketahui bahwa keracunan alkohol tidak bisa diatasi dengan minum kopi, mandi air dingin, atau tidur. Justru hal-hal tersebut bisa berdampak sangat bahaya.

Penting untuk diketahui bahwa yang termasuk ke dalam kategori keracunan alkohol akut adalah kondisi yang terjadi langsung setelah mengonsumsi alkohol tersebut. Jika kejadiannya telah terjadi satu minggu yang lalu, maka biasa alkohol sudah terbuang lewat urin dan proses keracunan alkohol tidak terjadi. Banyak-banyaklah meminum air putih untuk memastikan kecukupan kebutuhan cairan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *