Motif Batik Solo Terpopuler 2019

Batik Solo adalah salah satu ikon batik Indonesia yang sangat berpengaruh, pesonanya mengejutkan dunia. Orang Solo membuat batik secara turun-temurun dan melahirkan ratusan hingga ribuan motif. Motif yang berbeda dapat ditelusuri kembali ke fakta bahwa motif ini tidak hanya gambar, tetapi mengandung makna yang berasal dari leluhur yang awalnya menganut animisme, dinamika atau Hinduisme dan Budha. Di Solo ada dua tujuan wisata populer untuk batik, yaitu Kampung Kauman dan Laweyan. Wisatawan yang datang ke Solo merasa tidak lengkap jika mereka tidak berhenti di dua tempat dan membeli batik solo untuk oleh-oleh.

Pada saat zaman keraton, batik adalah mata pencaharian bagi perempuan Jawa. Bahkan kegiatan membatik di Keraton Surakarta dianggap sebagai karya eksklusif. Batik Solo memiliki karakter yang khas, pewarna yang digunakan untuk menggunakan bahan alami, yaitu soga. Berbagai motif yang digunakan dalam batik diharapkan bisa membawa kebaikan bagi pemakainya.

  1. Motif Sidomukti
    Sidomukti berasal dari kata ‘sido’, yang berarti anak yatim dan ‘mukti’, yang berarti makmur, kaya, mulia. Motif batik ini sering digunakan oleh pengantin Jawa, khususnya Solo, di koridor, sehingga ketika menavigasi kehidupan baru, berkah, makanan dan kebahagiaan akan selamanya. Motif ini menggambarkan harapan untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan, penuh kemakmuran, selalu mengingat Tuhan yang hidup dalam kemuliaan.
  2. Motif truntum
    “Truntum” sering ditafsirkan sebagai panduan. Awalnya, wanita Jepang, terutama wanita solo yang telah menjadi orang tua, biasanya memiliki pakaian batik, yang berarti bahwa mereka diharapkan menjadi panduan atau panutan bagi anak-anak mereka. Lebih khusus, dalam proses pernikahan Jawa, khususnya Solo, orang tua pengantin wanita biasanya memakai motif ini.
  3. Motif Sawat
    Batik dengan motif gergaji ini berasal dari sawat atau sayap. Sebelumnya motif ini dianggap suci, hanya digunakan oleh raja dan keluarganya. Motif ini sering diartikan sebagai rajawali sebagai wahana bagi Dewa Wisnu dengan lambang atau kekuatan seorang raja. Hingga saat ini, motif batik masih digunakan oleh pasangan pengantin untuk prosesi pernikahan. Van folosofinya dimaksudkan untuk melindungi kehidupan pemakainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *